(un)recomended website
25 September 2007 5:06 am
Pada website XL , www.xl.co.id/xplor apabila kita tidak memiliki flashplayer maka akan muncul gambar 
(gambar asli dapat dilihat disini http://hosting.veelabs.info/xl.co.id/xplor/images/alternate.gif )
Menggunakan / memiliki flash player pada dasarnya adalah pilihan, apakah kita mau menggunakannya atau tidak, akan tetapi website korporasi besar seperti XL memilih memaksa pengunjung websitenya untuk harus memiliki flash player untuk dapat melihat informasi yang ada pada website mereka, arogan ? entahlah
Popularity: 9%
30 September, 2007 [9:56 pm]
Mm…setahu saya Flash sudah menjadi standar umum terutama dalam dunia maya.
Salam.
1 October, 2007 [12:27 am]
Flash, bagaimanapun bukan menjadi standard dari suatu website,
banyaknya komputer yang memiliki flash player bukan berarti flash player menjadi standar pada komputer
analoginya sama seperti korupsi bukanlah standar dari masyarakat indonesia
banyaknya orang indonesia yang korupsi bukan berarti korupsi adalah standar hidup orang indonesia
–
sekian argumen tanpa datanya
–
data dari google analytics dari 1865 unique visitor website ini selama 30 hari terakhir, 7.18% pengunjung atau 134 pengunjung tidak memiliki flash player di komputernya dan 14% pengunjung menggunakan flash player yang lebih tua dari versi 6.0 atau hanya 78% pengunjung website ini yang memiliki flash player terbaru
–
untuk memisahkan antara pengunjung umum dan saya sendiri, saya tercatat mengunjungi website ini sebanyak 1x atau 0.05% dari total kunjungan yang akan mengurangi persentase pengunjung tanpa flash menjadi 7.13% selain saya
–
flash, khususnya yang dibuat di versi 8 keatas memiliki banyak masalah kompatibilitas apabila dilihat pada flash player versi sebelumnya, seperti gambar yang menghilang atau warna yang pudar
–
Website, khususnya corporate website, bukankah seharusnya memiliki standar tertentu khususnya dalam hal useability dan readability, apabila memungkinkan tentu lebih baik dapat mengikuti standar w3c, apa bagusnya website yang bahkan validator.w3.org tidak dapat mengerti