Bogor dalam kenangan
6 August 2007 10:33 pm
Sebelum dilupakan oleh semua orang, banyak tempat di bogor yang dulunya terbuka untuk publik sekarang diambil alih oleh oknum pengusaha dan didukung oleh oknum pejabat bogor yang memberi ijin
Jalan / tempat terbuka dalam kenangan
- Jalan disamping gedung merdeka (sekarang PGB) selebar 10 meter, sekarang jalan terbagi 2 jalur, 5 m untuk umum + 5 m dikenakan tarif lewat sebesar 1000 rupiah
- Lapangan diseberang tugu kujang bogor , sekarang dijadikan pintu masuk untuk Botani Square
- Kebun raya (sebagian) , dikomersilkan sebagai kafe dedaunan, dimana sebagian besar pengunjungnya bolak balik pakai kendaraan di dalam lingkungan kebun raya bogor
- Jalan pabrik gas sampai ke pertokoan dewi sartika selebar 8 meter , sementara sebagian besar jalan digunakan oleh pedagang kaki lima (sejak sepuluh tahun yang lalu, bahkan lebih) karena pasar terbakar , yang bahkan setelah pasar dibangun kembalipun masih banyak saja dan tidak berkurang PKL disana (halo walikota)
- Terminal Merdeka, yang sejak dipugar sampai sekarang tidak pernah digunakan sebagai terminal, hanya sebagai pasar saja
Bangunan dalam kenangan
- Gedung Merdeka , sekarang berdiri PGB Bogor
- Sebagian kampus IPB baranangsiang , sekarang berdiri Botani Square dan tempat parkir Bis wisata
- Asrama Ekalokasari , sekarang berdiri mol Ekalokasari plaza yang bahkan kalau kita mau sholat ditagih uang 500 rupiah
perubahan2 yang bikin macet ada juga seperti
- Bekas pasar ramayana dibangun mol BTM , bikin angkot banyak ngetem di depan mol
- Entah bekas apa yang dibangun plaza jembatan merah , juga bikin angkot banyak ngetem disana
- banyak banget factory-outlet di kawasan tajur , macet selain karena angkot yang memang suka berenti2 juga karena banyak mobil yang keluar masuk parkiran FO
yang terakhir, perubahan yang ajaib
- 2 terminal angkutan kota di laladon dan bubulak yang sama2 menampung angkot 02,03,05 dan 32 yang letaknya hanya sekitar 1 km
Popularity: 2%
Tinggalkan komentar